apa yang ku minta.
SELAMAT DATANG DI DUNIA SAYA
Dunia saya adalah tentang apa yang saya sukai dan menyukai saya;...
Selasa, 10 Januari 2012
Senin, 09 Januari 2012
Tentang Nanti (Kolabs : PetakTujuh, Bl09on)
hendak kuceritakan padamu tentang cinta di beranda senja. meski tak
sebening aliran air sungai Nil, namun ia sungguh membuatmu tenang. pun
ia sanggup mengajakmu berjingkat, atau tersenyum di tepi jendela saat
rinainya mengetuk kaca. ia hanya hujan. angin utara membawanya singgah
pada musim di mana dingin membuatmu rindu pelukan.
Telah kudengar meski samar, bagaimana mimpi menuntun langkah, ingin kulipat selat agar jembatan tak perlu ada, do'a dan harap tlah menjadi bara dimana gigil mulai melanda. telah kubisikan pada angin agar dia menyimpan kata yang kututurkan pada awan. ia akan menyapamu di tepi jendela, saat asap mengepul di atas cangkir kopi yang kau puja. pada rerintiknya telah kutitipkan salam, hanya untukmu.
maka sampailah sapa di antara semilir angin musim dingin, di selasela rerintik hujan yang berebut turun menyentuh bumi. aku masih berkehendak atas ia; rasa yang begitu sederhana seperti rindunya hujan pada tanah, bukan hanya sekedar pada musimnya. di sini aku berdiri, menapaki jejakjejak sekelumit kisah yang hendak kutinggal segera, lalu meramu segala hal pada lembar baru.
Masih tersedia kanvas, lahan untuk memberi warna , setelah hujan dan terik mentari muncul pelangi yang akan menyusul. Kita akan menggambar sesuka rasa, hingga langkah dan jemari lelah meniti, mari duduk sambil membingkai jejak yang pernah dilalui. Untuk dibuka suatu hari, nanti.
akan terbaca susunan huruf yang pernah kita eja, sampai pada titik penutupnya. Pada cinta, di beranda senja ini aku ingin duduk bersamamu, lalu membiarkan desau angin membawa musim berlalu di bibirmu yang seperti kupukupu waktu itu.
MK, IPN, Batavia-Taipei, 15122011
Telah kudengar meski samar, bagaimana mimpi menuntun langkah, ingin kulipat selat agar jembatan tak perlu ada, do'a dan harap tlah menjadi bara dimana gigil mulai melanda. telah kubisikan pada angin agar dia menyimpan kata yang kututurkan pada awan. ia akan menyapamu di tepi jendela, saat asap mengepul di atas cangkir kopi yang kau puja. pada rerintiknya telah kutitipkan salam, hanya untukmu.
maka sampailah sapa di antara semilir angin musim dingin, di selasela rerintik hujan yang berebut turun menyentuh bumi. aku masih berkehendak atas ia; rasa yang begitu sederhana seperti rindunya hujan pada tanah, bukan hanya sekedar pada musimnya. di sini aku berdiri, menapaki jejakjejak sekelumit kisah yang hendak kutinggal segera, lalu meramu segala hal pada lembar baru.
Masih tersedia kanvas, lahan untuk memberi warna , setelah hujan dan terik mentari muncul pelangi yang akan menyusul. Kita akan menggambar sesuka rasa, hingga langkah dan jemari lelah meniti, mari duduk sambil membingkai jejak yang pernah dilalui. Untuk dibuka suatu hari, nanti.
akan terbaca susunan huruf yang pernah kita eja, sampai pada titik penutupnya. Pada cinta, di beranda senja ini aku ingin duduk bersamamu, lalu membiarkan desau angin membawa musim berlalu di bibirmu yang seperti kupukupu waktu itu.
MK, IPN, Batavia-Taipei, 15122011
Sabtu, 07 Januari 2012
Salah Satu, Banyak salahku
Kenapa Tuhan belakangan menunjukan haknya bahwa ia akan mengambil seluruh pinjaman dari umatNya. Berawal dari banyaknya berita kematian yang muncul di beranda FB, seakan-akan Tuhan sedang memberi contoh salah satu kekuatanNya. Dan aku hanya bisa menatap dan berdoa semoga tenang di SisiNya. seandainya itu adalah aku apakah ada yang masih mau mendoakan kepergianku?
Di Bawah Cemara
Maka rebahlah ia di bawah ranting cemara
di atas salju yang mengubur setengah batangnya
raganya membeku, kakinya membiru
hanya ada ia dan cemara
kapan musim berganti?
Langganan:
Postingan (Atom)